DOI:
https://doi.org/10.51465/jtp.v1i1.1Based on the research entitled Significance of Pastoral Services to Elderly People, it is found that there is a significance of pastoral care to elderly people on the grounds that old age is vulnerable to suffering (physical & mental), old age is vulnerable to problems (emotionally unstable, senile) so that through pastoral care pastors are expected to be able to answer the needs of elderly church members. Through pastoral care, pastors can get to know situations and conditions of old age more closely, entertain, give hope, and guide. Pastoral care performed by Pastors can have an impact / influence on old age, including: there is joy, comfort, hope, and can be more calm and ready to face physical death. Pastors need to implement pastoral care strategies that are relevant to old age by: personal visits to elderly homes, joint visits (BPJ / Assembly Team), guidance counseling, and social services. The method used in this research is to use quantitative and library research. Quantitative method is done by collecting data from pastors, church leaders in the congregation, and elderly members of the congregation as samples through a questionnaire distributed to the research object. Library research is carried out by exploring the basic theories put forward by experts in the fields related to this research as supporters. Based on the theory, it was found that the pastoral care of the elderly is significant.
Â
Berdasarkan penelitian yang berjudul Signifikansi Pelayanan Pastoral Terhadap Usia Lanjut ini, ditemukan fakta bahwa terdapat signifikansi pelayanan pastoral terhadap usia lanjut dengan alasan bahwa usia lanjut rentan penderitaan (fisik & batin), usia lanjut rentan masalah (emosi tidak stabil, pikun) sehingga melalui pelayanan pastoral gembala diharapkan dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan anggota jemaat usia lanjut. Melalui pelayanan pastoral, gembala dapat mengetahui situasi dan kondisi usia lanjut lebih dekat, menghibur, memberi pengharapan, dan membimbing. Pelayanan pastoral yang dilakukan gembala dapat memberikan dampak/pengaruh kepada usia lanjut, antara lain: ada sukacita, penghiburan, pengharapan, dan dapat lebih tenang serta siap menghadapi kematian jasmani. Gembala perlu menerapkan strategi pelayanan pastoral yang relevan terhadap usia lanjut dengan cara: kunjungan pribadi ke rumah-rumah lansia, kunjungan bersama (tim BPJ/Majelis), bimbingan penyuluhan (konseling), dan pelayanan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metodologi kuantitatif dan metodologi library research (penelitian perpustakaan). Metode kuantitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari gembala, tokoh-tokoh gereja dalam jemaat, dan anggota jemaat usia lanjut sebagai sampel melalui angket yang diedarkan kepada objek riset. Penelitian perpustakaan dilakukan dengan cara menggali teori-teori dasar yang dikemukakan oleh pakar pada bidang yang berkaitan dengan penelitian ini sebagai pendukung. Berdasarkan teori, ditemukan bahwa pelayanan pastoral terhadap usia lanjut adalah sigfnifikan.
Abineno, J. L. C. (1993). Pedoman Praktis Untuk Pelayanan Pastoral. BPK Gunung Mulia.
Berhitu, R. J. (2014). Peran gembala Jemaat terhadap Pengembangan Pelayanan Holistik di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Yegar Sahaduta Jayapura. Jurnal Jaffary, 12(2), 273–290.
Collins, G. R. (2012). Konseling Kristen yang Efektif. Literatur SAAT.
Cowles, R. (1997). Gembala Sidang. Kalam Hidup.
Deeken, A. (1985). Usia Lanjut. Kanisius.
Kroll, W., & Hawkins. (2001). Hidup Prima di Usia Senja. ANDI.
Larson, B., Anderson, P., & Self, D. (1996). Pelayanan Penggembalaan Yang Ideal. Gandum Mas.
Mimery, N. (t.t.). Rahasia Tentang Penggembalaan Jemaat.
Pasaribu, M. (2006). Materi Kuliah Pascasarjana Pastoral Konseling. Institut Injili Indonesia.
Riggs, R. M. (1996). Gembala Sidang Yang Berhasil. Gandum Mas.
Soma, S. (2013, Maret 11). Wawancara Oleh Penulis [Komunikasi pribadi].
Storm, M. B. (1991). Apakah Penggembalaan Itu? BPK Gunung Mulia.
Surya, M., & Natawijaya, R. (1985). Buku Materi Pokok Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan. Universitas Terbuka.
Susabda, Y. (2006). Pastoral Konseling. Gandum Mas.
Widiyanto, M. A., & Susanto. (2020). Pengaruh Pelayanan Kunjungan Pastoral terhadap Pertumbuhan Rohani Jemaat. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 39–46.
Wiersbe, W. W., & Sugden, H. F. (1995). Memimpin Gereja Secara Mantap. Lembaga Literatur Baptis.






