DOI:
https://doi.org/10.51465/2gj13247Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode Kateketika dialogis dalam meningkatkan partisipasi jemaat dalam ibadah kelompok sel. Metode ini terbukti efektif dalam menciptakan interaksi yang lebih aktif dan dinamis antara anggota kelompok, yang berujung pada suasana belajar yang kolaboratif. Melalui dialog terbuka, jemaat merasa lebih dihargai dan terlibat secara personal, serta dapat memperdalam iman mereka dengan pemahaman yang lebih aplikatif. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya, keberhasilan metode ini sangat bergantung pada keterampilan pemimpin kelompok sel dalam mengelola diskusi dan menciptakan suasana aman bagi anggota untuk berpartisipasi. Penelitian ini juga memberikan saran praktis, seperti pengembangan keterampilan fasilitasi dan penggunaan materi visual untuk memperkuat pemahaman. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan termasuk studi komparatif tentang efektivitas metode Kateketika dialogis dan penelitian eksperimen di berbagai gereja lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan partisipasi jemaat dan pertumbuhan rohani di gereja-gereja lokal.
Altorf, H. M. (2019). Dialogue and discussion: Reflections on a Socratic method. Arts and Humanities in Higher Education, 18(1).
Carbaugh, D. (2013). On Dialogue Studies. Journal of Dialogue Studies, 1(1), 1–101. https://doi.org/10.4324/9780203180372
da Silva, A. A. (2019). Catechesis in the Digital Age: From Transmission to Sharing. Communication Research Trends, 38(4), 11–20.
Drewes, B. F., & Mojau, J. (2007). Apa itu teologi?: pengantar ke dalam ilmu teologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Durakoglu, A. (2013). Paulo Freire’s Perception of Dialogue Based Education. International Journal on New Trends in Education and Their Implications (IJONTE), 4(3), 102–107.
Ellinor, L., & Girard, G. (2023). Dialogue: Rediscover the Transforming Power of Conversation. New York: Crossroad Press.
Friyanti, V., & Sukarna, T. (2024). Peranan Komunitas Sel sebagai Kegiatan Misi dalam Meningkatkan Pertumbuhan Jemaat. Seminar Nasional Prosiding Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat (SEMNASPROIPAF), 1(1), 84–93.
Gunawan, T., Stevanus, K., Tandiongan, F., & Yulia, T. (2023). Integritas Pemimpin dalam Pertumbuhan Kelompok Sel: Sebuah Studi tentang Care Cell di Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Semarang. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 153–166.
Harahap, D., Simanungkalit, J. M., & Bangla, S. (2022). Kelompok Sel Virtual sebagai Antisipasi disaat Pandemi Covid-19. TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.53674/teleios.v2i1.40
Johnson, C. L. (2019). The Struggle for Leadership in the African American Church. Liberty University.
Kaunang, A. N. B. (2022). Persekutuan Doa sebagai Ruang Pemuridan: Implikasi Teologis Matius 28:18-20. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(1), 219–230.
Roberts, P. (2016). Paulo Freire in the 21st Century: Education, Dialogue, and Transformation. In M. A. Peters & C. Lankshear (Ed.), Interventions: Education, Philosophy & Culture. Oxon: Routledge.
Vella, J. (2007). On Teaching and Learning: Putting the Principles and Practices of Dialogue Education into Action. San Francisco, California: John Wiley & Sons, Inc.
Yolanda, H., Paulus, Y., Pelmelay, E., & Hatu, M. V. (2023). Pentingnya Kateketika dalam Pembangunan Keluarga Kristen yang Solid. RHEMA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, 8(1), 34–46. Diambil dari https://e-journal.stt-yestoya.ac.id/index.php/rhema/article/view/74
Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167







